Enough is Enough
Seorang pria, bingung akan arah tujuan hidupnya, bertanya pada seorang ahli agama timur kuno, “Kapan saya akan mengerti arti hikmat yang sesungguhnya? Kapan saya akan mengerti mengapa kita berada di bumi?” Kedua laki-laki tadi berdiri di samping sebuah kolam. Sang guru lalu meletakkan tangannya di atas kepala laki-laki tersebut dan menekannya. Lalu mulailah Ia mendorongnya sampai ke bawah permukaan air.
Laki-laki tersebut tidak melakukan perlawanan, karena ia mengira sang Guru memiliki maksud tertentu. Setelah kurang lebih 15 detik berada dalam air, dan tidak melihat tanda-tanda sang Guru akan melepaskannya untuk bernafas, perlahan ia mulai memberontak. Karena tindakannya tidak membawa efek yang berarti, ia menjadi lebih serius dan mendorong sang Guru.
Walaupun ia berusaha keras untuk melepaskan diri, sang Guru tidak melepaskannya. Laki-laki itu mulai marah, sekuat tenaga berusaha muncul ke permukaan, dan mendorong sang Guru. Lalu ia berkata, “Mengapa Anda berbuat demikian, Guru? Anda bisa membunuh saya!” katanya dengan penuh kebingungan.
Guru tersebut lalu menjawab, “Bila engkau sangat menginginkan hikmat kehidupan sebagaimana engkau membutuhkan udara, engkau akan mengerti”.
cerita di atas diawali dengan beberapa paragraf yang kira-kira begini maksudnya, setiap orang sukses pernah mengalami kejadian yang membuat mereka mengatakan “Cukup”. itulah kejadian yang membuat mereka memutuskan untuk terbang lebih tinggi dari apa yang dicapainya sekarang, sebuah komitmen untuk berubah.

Bagaimana Anda tahu Anda sudah merasa cukup? Ketika Anda bensar-benar siap untuk mematahkan segala keyakinan lama Anda.




