desire to escape reality

Compassionate, Artistic & Wise

Enough is Enough

Seorang pria, bingung akan arah tujuan hidupnya, bertanya pada seorang ahli agama timur kuno, “Kapan saya akan mengerti arti hikmat yang sesungguhnya? Kapan saya akan mengerti mengapa kita berada di bumi?” Kedua laki-laki tadi berdiri di samping sebuah kolam. Sang guru lalu meletakkan tangannya di atas kepala laki-laki tersebut dan menekannya. Lalu mulailah Ia mendorongnya sampai ke bawah permukaan air.

Laki-laki tersebut tidak melakukan perlawanan, karena ia mengira sang Guru memiliki maksud tertentu. Setelah kurang lebih 15 detik berada dalam air, dan tidak melihat tanda-tanda sang Guru akan melepaskannya untuk bernafas, perlahan ia mulai memberontak. Karena tindakannya tidak membawa efek yang berarti, ia menjadi lebih serius dan mendorong sang Guru.

Walaupun ia berusaha keras untuk melepaskan diri, sang Guru tidak melepaskannya. Laki-laki itu mulai marah, sekuat tenaga berusaha muncul ke permukaan, dan mendorong sang Guru. Lalu ia berkata, “Mengapa Anda berbuat demikian, Guru? Anda bisa membunuh saya!” katanya dengan penuh kebingungan.

Guru tersebut lalu menjawab, “Bila engkau sangat menginginkan hikmat kehidupan sebagaimana engkau membutuhkan udara, engkau akan mengerti”.

cerita di atas diawali dengan beberapa paragraf yang kira-kira begini maksudnya, setiap orang sukses pernah mengalami kejadian yang membuat mereka mengatakan “Cukup”. itulah kejadian yang membuat mereka memutuskan untuk terbang lebih tinggi dari apa yang dicapainya sekarang, sebuah komitmen untuk berubah.

Bagaimana Anda tahu Anda sudah merasa cukup? Ketika Anda bensar-benar siap untuk mematahkan segala keyakinan lama Anda.

You think you want to die, but in reality you just want to be saved ;)

You think you want to die, but in reality you just want to be saved ;)

(via gbass)

Target adalah mimpi yang memiliki batas waktu

—Paul Hanna

Manusia dalam Cermin

Bila Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan dalam pergumulan dengan diri sendiri

Dan dunia membuat Anda merasa bagaikan raja dalam sehari

Pergilah bercermin dan tataplah diri Anda

Dan lihatlah apa yang dimiliki orang tersebut

Karena bukanlah Ayah, Ibu, atau Istri seseorang

Yang, penilaiannya terhadap diri Anda membuat Anda lulus

Orang, yang sepanjang hidupnya membuat keputusan yang berharga

Adalah bayangan orang yang menatap kembali dari cermin tersebut

Ia adalah manusia yang hendak dipuaskan, tidak peduli sekelilingnya

Karena Ia ada bersama Anda hingga pada akhirnya

Dan Anda telah berhasil melewati ujian tersulit dan berbahaya

Bila manusia dalam cermin itu adalah kawan Anda

Kapan saja Anda dapat menipu seluruh dunia

Dan mendapatkan tepukan ketika Anda lewat

Tetapi yang akan Anda peroleh hanyalah sakit hati dan tangisan

Bila Anda telah menipu si Manusia dalam Cermin

Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagi dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini buruk untukku, agamaku dan jalan hidupku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan dimana pun kebaikan itu berada dan ridhailah aku dengan kebaikan itu.

—HR. Bukhari (via siluetsenja)

how to be happy

how to be happy

(via gbass)

Astronomy says: the sun will rise tomorrow,
Zoology says: on rainbow-fish and lithe gazelle,
Psychology says: but first it has to be night, so
Biology says: the body-clocks are stopped all over town
and
History says: here are the blankets, layer on layer, down and down.

—Albert Goldbarth, from “The Sciences Sing a Lullabye” (via Sharing Poetry)

(Source: the-final-sentence)